Lucky Upulatu Pimpin DPC PDI Perjuangan Kota Ambon Periode 2025-2030

Ambon today.com_Ambon, 3 November 2025 — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) resmi menunjuk Lucky Upulatu Nikijuluw sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon periode 2025–2030. Upulatu menggantikan Gerald Mailoa yang sebelumnya memimpin DPC tersebut.

Pelantikan Upulatu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan Nomor 31.10/KPKS-KP/DPP/X/2025, yang dibacakan dalam rangkaian Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan se-Maluku di Hotel Santika Premiere Ambon, Minggu (2/11/2025).

Dalam sambutannya, Upulatu menyatakan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal partai dan membangun soliditas kader di semua tingkatan. Ia juga menegaskan tekad untuk mengembalikan PDI Perjuangan ke akar perjuangannya sebagai partai wong cilik.

Menurutnya, tantangan terbesar DPC PDI Perjuangan Kota Ambon ke depan adalah merebut kembali posisi Ketua DPRD Kota Ambon, yang pernah dipegang partai banteng moncong putih itu. Untuk itu, katanya, dibutuhkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kerja kolektif seluruh struktur partai.

Upulatu juga menyoroti pentingnya revitalisasi mesin partai di semua tingkatan — mulai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting — agar struktur partai tetap hidup dan berfungsi maksimal.
Ia menegaskan bahwa pada periode baru ini, seluruh jajaran akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap hal-hal yang masih kurang.

Selain itu, ia memastikan kepengurusan baru akan dibentuk sesuai arahan DPP yang menekankan komposisi kader inklusif dan representatif, dengan minimal 30 persen perempuan dan 20 persen generasi Z.

Lebih lanjut, Upulatu menegaskan bahwa DPC PDI Perjuangan Kota Ambon akan terus bersinergi dengan pemerintah kota dan para petugas partai di DPRD dalam memperjuangkan program yang berpihak pada rakyat.

Tahapan konsolidasi struktural disebut akan berlanjut hingga awal tahun 2026. Setelah Konfercab, DPC akan mempersiapkan pembentukan pengurus PAC, ranting, dan anak ranting mulai Januari 2026, sesuai instruksi DPP.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

Dengan semangat marhaenisme dan politik kerakyatan, Lucky Upulatu Nikijuluw menegaskan komitmennya menjadikan DPC PDI Perjuangan Kota Ambon sebagai garda depan perjuangan rakyat kecil serta menyiapkan langkah strategis menuju kemenangan Pemilu 2029.( o.l )

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini