AmbonToday
Menu Utama

Seminar Internasional Marine Tourism Ecotheology di Banda Neira, Poltekpar Makassar Dorong Penguatan "Coastal Resilience"

Y

Oleh: Yehuda

Sunday, 1 November 2026 | 22:56 WIT

Seminar Internasional Marine Tourism Ecotheology di Banda Neira, Poltekpar Makassar Dorong Penguatan "Coastal Resilience"

BANDA NEIRA, MALUKU – Politeknik Pariwisata Makassar menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata bahari dan penguatan ketahanan kawasan pesisir melalui Seminar Internasional Marine Tourism Ecotheology yang diselenggarakan di Gedung Makatita, Istana Mini, Negeri Nusantara, Pulau Neira, Banda Neira, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan daring ini mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, mitra internasional, praktisi pariwisata, pendidik, serta masyarakat setempat. Seminar tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai hubungan antara keberlanjutan ekosistem laut, nilai-nilai ekologis, pendidikan, dan pengembangan destinasi bahari.
Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Pariwisata Makassar, Muhammad Arfin Muhammad Salim, S. Pd., M.

Pd., Ph. D., yang hadir mewakili Direktur, menegaskan komitmen Poltekpar Makassar untuk mengambil bagian dalam pengembangan pariwisata dan peningkatan kapasitas masyarakat Maluku. Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini telah didahului komunikasi dengan Gubernur Maluku sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Komunikasi tersebut mencerminkan keseriusan Poltekpar Makassar dalam memperluas kontribusi kelembagaan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan sumber daya manusia pariwisata. Menurutnya, pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Ketahanan kawasan pesisir juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan, serta tata kelola pariwisata yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan ekologis.

Pendidikan Pariwisata sebagai Fondasi "Coastal Resilience"
Salah satu materi yang relevan dengan Tema Eketeologi disampaikan oleh Dr. Farid Said, M. Pd., dari Politeknik Pariwisata Makassar.

Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya nilai tanggung jawab dan etika dalam mengelola Banda Neira sebagai Sumber Daya Pariwisata. Ia juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran siswa sekolah menengah dari Banda Neira yang mengikuti seminar bersama para guru. Keterlibatan pelajar tersebut dinilai sebagai modal penting untuk membangun kesadaran pariwisata sejak dini, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan bahari, sejarah, dan budaya.
Menurut Dr.

Farid, pendidikan pariwisata tidak seharusnya berhenti pada pengenalan destinasi. Generasi muda perlu memperoleh pemahaman mengenai nilai dan karakter wilayahnya, termasuk potensi sumber daya pulau pulau di Banda serta literasi lingkungan dan pariwisata. Pendekatan edutourism dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran yang menghubungkan peserta didik dengan lingkungan alam, warisan sejarah, dan budaya lokal.

Perspektif tersebut menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam membangun coastal resilience atau ketahanan kawasan pesisir. Masyarakat yang memahami karakter wilayah dan potensi lokalnya akan memiliki landasan lebih kuat untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan pariwisata secara bertanggung jawab.
Seminar ini merupakan bagian dari program  Politeknik Pariwisata Makassar melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), dengan dukungan Centre of Excellence bidang Pariwisata Bahari. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara Poltekpar Makassar, UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Universitas Banda Naira, mitra internasional, dan Pemerintah Provinsi Maluku.
Sebagai salah satu tindak lanjut, kegiatan ini menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) multipihak yang mencakup kerja sama pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, Poltekpar Makassar mendorong agar pengembangan Banda Neira tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada penguatan masyarakat dan perlindungan kawasan pesisir. Coastal Resilience  pada akhirnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus mewariskan kekayaan bahari dan budaya kepada generasi mendatang.(PPM)

πŸ‘‹ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.

πŸ’¬ 0 Komentar

πŸ“­ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!