Tauda: Belum Ada Laporan Resmi Terkait Cemaran Limbah B3 Terhadap Lahan Pertanian di Kabupaten Buru
Ambontoday. com, Ambon.- Hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima Dinas Pertanianย (Distan) Provinsi Maluku terkait dampak limbah B3 akibat aktifitas pertambangan rakyat di Gunung Botak terhaadap sejumlah areal pertanian di Kabupaten Buru sebagaimana yang pernah dimuat beberapa media local di Ambon belum lama ini.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Dr. Ilham Tauda, SP.
M. Si kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa 9 Desember 2025.
Menurutnya, memang sampai saat ini belum ada laporan resmi yang diiterima oleh Distan Maluku terkait dampak limbah B3 dari aktifitas pertambangan Gunung Botak yang merusak lahan pertanian.
โBelum ada laporan resmi yang kami terima terkait paparan limbah B3 kepada lahan-lahan pertanian di pulau Buru akibat pertambangan Gunung Botak.
Kalau memang sudah ada petani yang mengeluhkan hal itu dan dimuat di media massa bisa saja benar, namun secara resmi belum ada laporan yang kami terima termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Buru.
Memang kami sadari kemungkinan akan terjadinya hal tersebut sangat besar peluangnya mengingat aktifitas penambangan selama ini.
โUntuk itu, sebagai Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku saya baru saja melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku guna menyikapi dan mengantisipasi hal itu,โ jelas Tauda.
Dikatakan, selain koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, saat ini juga atas instruksi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa maka sedang dilakukan penertiban terhadap aktifitas pertambangan di Gunung Botak.
Kegiatan penertiban ini juga tentu akan mengurangi pengggunaan limbah B3 dalam aktifitas pertambangan sehingga bisa meminimalisir peluang terjadi cemaran terhadap sejumlah areal pertanian di sekitarnya.
โPulau Buru ini merupakan salah satu sentra produksi pertanian khususya Padi Sawah di Maluku. Untuk itu, kita perlu melakukan berbagai langkah dan upaya untuk mencegah adanya cemaran dari limbah B3 maupun zat-zat beracun lainnya, sebab itu akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi pertanian.
Kita sadar kalau dengan adanya aktifitas pertambangan rakyat di Gunung Botak selama ini tentu indikasi terjadinya cemaran limbah B3 dan Zat beracun lainnya terhadap lahan-lahan pertanian itu itu kemungkinan besar terjadi, namun itu perlu pembuktian dengan berbagai hasil penelitian dari lembaga yang kompeten serta uji sampel secara akurat.
Dengan demikian, jika benar hasil menunjukan adanya cemaran maka tentu langkah-langkah nyata akan kita koordinasikan dan lakukan untuk konservasi maupun pemulihan lahan yang tercemar supaya dapat dimanfaatkan kembali sebagai lahan yang produktif untuk produksi hasil pertanian,โ ungkap Kadis Distan Maluku.
Dirinya memuji langkah yang diambil Gubernur Maluku untuk melakukan penertiban terhadap aktifitas penambangan rakyat di Gunung Botak selama ini.
Sebab selama ini penggunaan zat-zat berbahaya dalam aktifitas tambang itu tentu sangat mempengaruhiย kualitas tanah maupun air yang dapat mempengaruhi lahan-lahan pertanian yang produktif di Kabupaten Buru, tutup Tauda. (AT)
๐ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
๐ฌ 0 Komentar
๐ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Gubernur Maluku Dorong PTMSI Fokus Pembinaan Atlet Muda dan Perkuat Prestasi Tenis Meja
2 weeks ago
Gubernur Maluku Jajaki Kemitraan Strategis dengan ASDP, Perkuat Konektivitas Laut Antar Pulau
2 weeks ago
Jemput Solusi di Kemendagri, Gubernur Maluku Pastikan Sengketa Tapal Batas Malteng-SBB Temukan Titik Terang
2 weeks ago
Peringati Hari Anak Nasional Ke-42, Pemprov Maluku Dukung Gerakan Nasional RANA
2 weeks agoRekomendasi Untuk Anda
Sam Borut Bongkar Kejanggalan APBD 2020: Nama Saya Dikeluarkan dari Tim Anggaran Tanpa Alasan Jelas
Francesco Acerb Melawan Kanker Hingga Pahlawannya Inter Milan
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
DPD KNPI Malra Desak BTN Segera Cairkan Gaji Pensiunan Kota Tual dan Maluku Tenggara
Munaswir Sesali Krisis BBM Di Masohi