Tinggalkan Tugas Pemerintahan Tanpa Ijin Camat, KPN Sehati Mengaku Urus Tapal Batas, Tambang Batubara dan Kayu Log
Karena bentuk tanggungjawab itu bukan hanya kepada manusia tetapi selebihnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam menjalankan roda pemerintahan di Desa, seorang Kepala Desa (KPN) harus tetap patuh dan tunduk kepada norma serta aturan aturan secara administrasi pemerintahan maupun adat setempat, termasuk patuh kepada atasan baik Camat apalagi Bupati. Akhir akhir ini beberapa media ramai mengangkat dugaan penyelewengan DD/ADD yang dilakukan Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) desa Sehati, Kecamatan Amahai, kabupaten Maluku Tengah yang saat ini laporanya sudah ditangan Kejari Masohi dan akan ditindaklanjuti.
Terlepas dari laporan DD/ADD, warga Desa Sehati juga belum lama ini melaporkan sikap KPN Sehati, M. Wattimena yang sering pergi meninggalkan tugas pemerintahan Desa selama berminggu minggu bahkan bulan kepada Camat Amahai. Kepada media ini, Camat Amahai, Semuel Birahi yang dikonfirmasi Rabu 24 Februari 2021 mengaku kalau dirinya sudah disurati secara resmi oleh BPD Negeri Sehati terkait dengan sejumlah persoalan pemerintahan termasuk keberadaan Kades di desa yang sering meninggalkan Desa berlama-lama.
βIya saya sudah disurati secara resmi oleh BPD negeri Sehati terkait dengan ssejumlah persoalan pemerintahan di Desa Sehati, termasuk keberadaan Kepala Desa yang sering meninggalkan Desa berlama lama. Dalam laporan itu menyampaiakan kalau Kepala Desasudah meninggalkan Negeri sejak Desember 2020 sampai Januari 2021. Nanti setelah saya paksakan bikin musrenbang baru Kepala Desa datang untuk bikin Musrenbang Desa, padahal seluruh Desa di Kecamatan Amahai sudah selesai Musrenbang Desa sejak Desember 2020,β jelas Camat.
Dikatakan, setelah mendapat surat laporan dari BPD, dirinya selaku Camat kembali menyurat secara resmi kepada Kepala Desa, Markus Wattimena, dimana salah satu point dalam surat itu adalah berupa instruksi yang mengharuskan semua Raja atau Kepala Desa di Kecamatan Amahai yang akan keluar meninggalkan Desa wajib melaporkan dan mendapat ijin dari Camat, apalagi dimasa pandemic Covid-19 saat ini. βSelain itu, dalam surat itu saya juga menyinggung soal APBD Neg, karena ADD tahun 2019 yang merupakan SILPA 2020 itu Desa Sehati belum memasukan laporan penyerapannya tahap III ADD tahun 2019, dan laporan itu sampai saat ini belum masuk di Dinas Pemberdayaan Kabupaten Malteng,β ungkapnya. Sementara itu, kepada media ini Minggu 21 Februari 2021, Kepala Desa Sehati, Markus Wattimena melalui pesan singkatnya menyampaikan kalau dirinya meninggalkan Desa berlama lama itu karena sedang mengurus persoalan tapal batas negeri (Desa) dengan melakukan komunikasi dengan Kementerian Desa Tertinggal di Jakarta, kata Wattimena lewat pesan Whatsapp.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikannya kepada media ini Sabtu malam 20 Februari 2021 saat wawancara langsung via telephone. Saat itu dirinya mengaku sedang mengurus Tambang Batubara di Wahai dan Kayu Log di Tehoru.
π Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
π¬ 0 Komentar
π Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin TumbangΒ
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
3 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
3 months ago
LPKA Ambon Perkuat Komitmen sebagai Lembaga Ramah Anak Melalui Pengukuran Standar LPKRA
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
HUT KKT Ke 21 Dirayakan Sederhana Penuh Makna Adatis di Kecamatan Tanut
Terbaik !!! Ricky Jauwerissa Mundur Dari Jabatan Anggota DPRD 16 Oktober Dan Masih Terima Gaji 49 Juta.
Jawab Program Mutiara Pattimura, Kodim 1507/Saumlaki Budidaya Rumput Laut
PDAM Ambon Berupaya Tingkatkan Pelayanan Asal Masyarakat Jangan Menunggak Tagihan
Perkuat Pengembangan Ekosistem eSports, Dunia Games melalui DG Esports Juarai CODM Major Series 4