BKSDA Provinsi Maluku, "Tolong Menjawab Kebutuhan Kelompok Pengrajin Santigi Di Tanimbar."
Ketika, mau dilakukan proses angkut pada bulan berikutnya tidak bisa lagi dikeluarkan surat angkut dari BKSDA Provinsi Maluku tanpa alasan yang jelas," ungkap Lukas Laian yang merupakan Ketua Kelompok Santigi/Bonsai Tanimbar. Minggu, (07/04) Padahal sudah dilayangkan Surat Permohonan yang telah di SK kan oleh Pemrintah Desa. "Kami juga, sudah berproses dari membuat permohonan ke Pemerintah Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulaian Tanimbar, yang mana dari Pemerintah Desa sudah menjawab serta mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dengan Nomor : 001/SK/DES. WWD/11/2025 tentang Pembentukan Kelompok Masyarakat Adat Bonsai/Santigi Tanimbar Sebagai Pengumpul dan Pengedar Tanaman Santigi (Phempis Acidula) Yang Tidak Dilindungi Undang-undang Desa Wowonda Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar tertanggal 02 February 2024 dengan masa berlaku hingga 31 Desember 2024.
Dengan tembusan ke BKSDA Provinsi Maluku di Kota Ambon, yang mana telah di respon dengan dikeluarkan surat angkut pada bulan February kemarin yang berlaku sekali angkut. Ketika mau di lakukan angkut berikutnya, kami sudah tidak bisa mendapatkan surat angkut itu lagi," lanjut Laian Alasan tidak dikeluarkan surat angkut pada bulan berikutnya disebakan karena kelompok pengrajin tersebut belum adanya izin usaha berupa CV (Commanditaire Vennootschap) yang berbasis OSS (Online Single Submission) yang mana wajib di miliki Kelompok Usaha/Pengrajin. "Soal CV jujur kami belum miliki tetapi hal ini sudah dibicarakan dan sudah disetujui berupa kebijakan dari BKSDA sampai kami memperoleh biaya untuk mengurus CV tersebut dengan syarat yang sudah di berikan yakni pada proses angkut tidak boleh lebih dari 40 pohon," jelas Laian. "Untuk itu, kami mohon kepada BKSDA Provinsi dapat memberikan alasan yang konkrit terkait mengapa tidak lagi mengeluarkan Surat Angkut yang mana sudah dikeluarkan sebelumnya.
Dan dapat membantu kami juga dalam proses angkut kedepannya. Agar dapat membantu meringankan kondisi ekonomi kami dan keluarga sebagai masyarakat ekonomi lemah serta menekan angka Kemiskinan Extrim di daerah ini," Tandasnya. (AT/BK)
๐ Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
๐ฌ 0 Komentar
๐ญ Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dinas Pendidikan Kepulauan Tanimbar dan Yayasan Pendidikan Keuskupan Amboina Koorwi Saumlaki Dimintaย Tegas
3 days ago
Resa, Tidak Pernah Ada Tawaran Hiba Gedung Ke Mahasiswa
3 days ago
Ego Saat Madiasi Berunjung Eksekusi, Abaikan Hubungan Prsaudaraan
4 days ago
Sengketa lahan Di Lauran Berujung Eksekusi
5 days agoRekomendasi Untuk Anda
Suami DDR Berlaga Sekwan Memaksakan Rumdis Ketua DPRD KKT di Kosongkan
Wally : Harga Sembako Bakal Melonjak Imbas Kenaikan BBM
Gasperzs : September Amplaz Dikembalikan Ke Pemkot
Wagub Maluku Apresiasi Perjuangan Kafilah MTQ, Tegaskan Komitmen Pembinaan Generasi Qurani
Kapolda Maluku Diminta Tindak Tegas, Pemuda Adat Desak Tangkap Pelaku Rendaman B3 di Gunung Botak