Gubernur Hadiri Makan Patita, Tegaskan Perdamaian Negeri Liang
Kegiatan Makan Patita ini menjadi simbol kuat rekonsiliasi perdamaian yang ditandai dengan penyembelihan satu ekor kambing, sebagai bentuk sumpah adat seluruh anak Negeri Liang agar konflik yang pernah terjadi tidak terulang kembali. Prosesi adat tersebut juga dimaknai sebagai komitmen bersama, di mana setiap pelanggaran terhadap sumpah perdamaian diyakini akan mendapatkan sanksi adat dan kutukan dari para leluhur. Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat Negeri Liang untuk kembali mempererat persaudaraan.
“Pertemuan hari ini adalah momentum pembuktian bahwa kasih sayang, persaudaraan, dan keinginan untuk hidup damai jauh lebih kuat daripada amarah yang sempat memisahkan kita. Saya merasa bangga bisa hadir pada acara Makan Patita ini,” ujar Gubernur. Gubernur menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, pihaknya menyambut baik pelaksanaan Makan Patita sebagai wujud memperkokoh semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.
Nilai-nilai orang basudara dan pela gandong yang hidup dalam tradisi Makan Patita diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat. “Kesempatan ini harus dimaknai sebagai wujud keterlibatan bersama dan introspeksi terhadap berbagai bentuk interaksi sosial, baik dengan sesama manusia maupun lingkungan, khususnya di Negeri Liang yang sama-sama kita cintai,” tambahnya. Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa konflik dan pertikaian hanya akan meninggalkan luka, baik secara fisik, materi, maupun psikologis.
Terjebak dalam dendam, menurutnya, hanya akan merugikan masa depan generasi mendatang. “Tidak ada pemenang dalam sebuah konflik. Yang ada hanyalah kehilangan,” tegas Gubernur.
Ia juga menekankan, ukhuwah atau persaudaraan merupakan modal dasar untuk saling menghidupi dan membangun Maluku secara bersama-sama. Gubernur mengutip ungkapan luhur orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, serta sagu salempeng di patah dua, sebagai spirit kebersamaan sejati orang basudara. “Untuk itu, saya mengajak seluruh warga Negeri Liang, mari katong jaga Maluku bae-bae.
Siapa lagi yang mau bangun Maluku kalau bukan ale dengan beta,” ajaknya. Sebagai penutup, Gubernur mengutip sebuah kalimat bijak, “Perdamaian tidak ditemukan dengan ketiadaan masalah, tetapi dengan kehadiran kemauan untuk menyelesaikannya bersama.” Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Bupati Maluku Tengah, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Raja Negeri Liang, serta seluruh masyarakat yang telah bersungguh-sungguh mewujudkan rekonsiliasi perdamaian melalui Makan Patita. Turut hadir mendampingi Gubernur Maluku dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Provinsi Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura atau yang mewakili, Bupati Maluku Tengah beserta Ibu, Ketua MUI Provinsi Maluku, Camat Salahutu beserta jajaran, Raja Negeri Liang, para Raja se-Jazirah, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat. (Diskominfo Maluku/AT)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
HUT RI 81 Tahun di Tanimbar Gegerkan Peserta Upacara Akibat Beringin Tumbang
2 months ago
Tauda : Maluku Dapat Investasi 544 Miliar untuk Hilirisasi Peternakan
3 months ago
LPKA Ambon Lantik Pejabat Manajerial, Perkuat Tata Kelola dan Kualitas Layanan
3 months ago
LPKA Ambon Perkuat Komitmen sebagai Lembaga Ramah Anak Melalui Pengukuran Standar LPKRA
3 months agoRekomendasi Untuk Anda
Hadirkan Inovasi Standar Perawatan Medis Bagi Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Jasa Raharja Raih Penghargaan di Ajang Asia Awards 2024
Tingkatkan Edukasi Berinvestasi, Pegadaian-OJK Gelar Seminar Emas
Meriah! 34 Siswa Baru SDN 257 Ambon Disambut Tifa dan Totobuang Saat MPLS
Tarif Angkot Jadi Polemik, DPRD Kota Ambon Cari Solusi Untuk Jalur Terdampak Longsor
Cara Kerja Detonator: Penjelasan Lengkap Tentang Ini