Besok PMI BurseL Gaungkan Aksi Hijau, Mangrove dan Cemara Laut Akan Ditanam di Waefusi

Share Kesemua teman anda....!

Namrole, Ambontoday.com — Di tengah ancaman abrasi dan perubahan iklim yang perlahan menggerus pesisir, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buru Selatan memilih menanam harapan lewat ribuan akar mangrove dan cemara laut.

Sebuah gerakan kemanusiaan yang bukan sekadar seremoni, melainkan pesan sunyi untuk menjaga bumi yang mulai lelah.

Melalui agenda bertajuk “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”, PMI Kabupaten Buru Selatan akan melaksanakan kegiatan penanaman mangrove dan cemara laut pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Desa Waefusi, mulai pukul 07.00 WIT hingga selesai.
Kegiatan ini turut melibatkan PMI Pusat, IFRC, American Red Cross, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan serta berbagai unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Dalam susunan acara yang telah disiapkan, kegiatan akan diawali dengan pembukaan serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PMI. Selanjutnya akan dilakukan sambutan dari PMI Pusat dan Bupati Buru Selatan yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan penanaman massal tersebut.

Tak hanya menjadi agenda seremonial, para peserta nantinya juga akan diarahkan langsung ke lokasi penanaman berdasarkan pembagian yang telah disiapkan panitia. Sebelum proses penanaman dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan teknis mengenai tata cara penanaman mangrove dan cemara laut.

Di pesisir Waefusi yang tenang, bibit-bibit muda itu akan ditanam bersama. Akar-akar mangrove akan dipancang ke lumpur pantai, seolah menjadi janji panjang untuk menjaga garis pantai dari ancaman gelombang dan kerusakan lingkungan.

PMI Kabupaten Buru Selatan dalam undangannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari aksi nyata pelestarian lingkungan. Sebab bagi mereka, menjaga alam bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga menanam masa depan bagi generasi yang akan datang.

Baca Juga  Angka Stunting Masih 35,5, TPPS BurseL Lakukan Monitoring dan Evaluasi Penanganan Stunting

Kegiatan tersebut nantinya juga dirangkai dengan prosesi ramah tamah, atraksi wisata menyusuri hutan mangrove menggunakan perahu, hingga makan siang bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap alam.

Di tanah pesisir Buru Selatan, tempat laut dan hutan saling berpelukan, gerakan kecil itu diharapkan tumbuh menjadi harapan besar — bahwa manusia dan alam masih bisa berjalan berdampingan, saling menjaga, dan saling menghidupi.

[Nar’Mar]
.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini