
Ambon today.com_Ambon – SD Negeri 257 Ambon kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan tingkat kelulusan siswa kelas VI mencapai 100 persen pada tahun ajaran 2025/2026. Hal tersebut disampaikan Kepala SD Negeri 257 Ambon, Paulina Matakena, S.Pd, saat memberikan keterangan terkait hasil kelulusan dan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Menurut Paulina, seluruh siswa berhasil lulus dengan hasil yang memuaskan. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu yang memperoleh nilai terbaik, sementara Matematika masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa meskipun hasilnya tetap tergolong baik.
“Nilai Bahasa Indonesia anak-anak sangat baik. Untuk Matematika memang ada sedikit penurunan, tetapi secara keseluruhan hasilnya tetap memuaskan,” ujarnya.
Selain kelulusan yang mencapai 100 persen, SD Negeri 257 juga berhasil mengantarkan tiga siswanya masuk ke jenjang SMP melalui jalur prestasi. Ketiga siswa tersebut terdiri dari satu siswa perempuan dan dua siswa laki-laki yang diterima di SMP Negeri 9 Ambon.
Paulina menegaskan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh peran guru di sekolah, tetapi juga dukungan dan perhatian orang tua di rumah. Ia mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak.
“Guru hanya bersama anak-anak beberapa jam di sekolah. Selebihnya mereka berada di rumah. Karena itu, orang tua harus lebih memperhatikan kegiatan belajar anak dan tidak sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada sekolah,” katanya.
Selain fokus pada prestasi akademik, SD Negeri 257 juga terus mengembangkan pembelajaran berbasis proyek atau live project. Salah satunya melalui kunjungan edukatif ke sejumlah rumah ibadah untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa tentang keberagaman dan nilai-nilai keagamaan.
Sekolah juga aktif mendorong siswa mengikuti berbagai kompetisi dan olimpiade. Tahun ini sebanyak 10 siswa mengikuti ajang Olimpiade Sains yang melibatkan beberapa sekolah dasar di wilayah Ambon.
Di sisi lain, Paulina menyambut baik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diterapkan bagi para siswa. Menurutnya, program tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tua yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, nelayan, dan pekerja swasta.
“Kami berharap program ini berjalan dengan baik karena dapat membantu kebutuhan gizi anak-anak sekaligus mengurangi beban orang tua,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Paulina berharap siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dapat terus meningkatkan prestasi dan menjaga semangat belajar. Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi serta memberikan perhatian yang maksimal kepada anak-anak demi masa depan yang lebih baik.
“Dengan kerja sama antara sekolah dan orang tua, kami optimistis kualitas pendidikan anak-anak akan semakin meningkat ke depan,” tutupnya.( O.l )











