Adu Mulut Ketua ASKA Dengan Richard Rahakbauw, Rapat Di Skorsing

Ambon, Ambontoday.com- Ketua Asosiasi Sopir Angkutan Kota Ambon (ASKA), Paulus Nikijuluw ngamuk lantaran diusir dari ruang rapat penyelesaian lapak Terminal, Mardika, yang diselenggarakan Komisi III DPRD Provinsi Maluku, di ruang rapat paripurna, rumah rakyat, karang panjang, Ambon, selasa (14/03/2023).

Paulus diusir oleh Richard Rahakbauw, karena tidak ada dalam daftar nama undangan, yang turut dihadiri Penjabat Walikota Ambon, dan Asosiasi Pedagang Mardika Ambon (APMA).

Ketua ASKA yang tak terima dibentak, sempat melawan, namun dikawal ketat oleh petugas PAMDAL keluar ke pintu utama DPRD Maluku.

Situasi kembali tenang, setelah Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena turun menenangkan Ketua ASKA.

Kepada wartawan, Paulus Nikijuluw menilai pertemuan yang dilaksanakan Komisi III DPRD Maluku sarat dengan kepentingan untuk memuluskan pembangunan lapak.

Pasalnya, pertemuan yang dilaksanakan secara tertutup hanya menghadirkan pihak APMA dan IPMA, beserta jajaran Pemerintah Kota Ambon terkait, sedangkan ASKA selaku pengguna utama mardika yang selama ini menggugat pembangunan lapak tidak dilibatkan.

Mirisnya, ASKA yang dilibatkan hanya oknum selama ini yang pro untuk pembangunan lapak, di karena ada kepentingan.

Padahal menurutnya, penggunaan terminal sudah jelas ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 132 tahun 2015, dimana terminal diperuntukan untuk pangkalan kendaraan umum.

“Kalau tetap dibangun lapak, maka peraturan menteri perhubungan di rubah aja. Ini ada kepentingan, ini bukan duri dalam daging, tetapi paku,” ucapnya.

Rapat Di Skorsing

Rapat penyelesaian lapak Mardika, yang diselenggarakan Komisi III DPRD Maluku di skorsing hingga Minggu depan.

Belum diketahui pasti di skorsing nya rapat dipimpin Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun selalu koordinator Komisi III. Mengingat rapat tersebut berlangsung secara tertutup.

Baca Juga  Berikut adalah versi berita serimonial dari rilis tersebut, dengan judul yang menarik: --- Pemkot Ambon Tegaskan Komitmen Penataan Pasar Batu Merah: Tidak Sekadar Menertibkan, Tapi Juga Mencarikan Solusi AMBON, 25 Juni 2025 — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa penataan Pasar Batu Merah merupakan bagian dari komitmen serius dalam 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya pada prioritas ke-4. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, Rabu (25/6), dalam keterangan resminya kepada awak media. Lekransy menjelaskan bahwa kebijakan terkait Pasar Batu Merah telah melalui kajian yang matang dan komprehensif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, strategi penanganan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul. > “Penataan Pasar Batu Merah bukan keputusan yang diambil secara sepihak atau terburu-buru. Ini bagian dari strategi besar Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya. Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena, lanjut Lekransy, secara konsisten menekankan bahwa penataan pasar harus tetap berpihak kepada rakyat, terutama para pedagang kecil. Maka dari itu, dalam proses penertiban ini, pemerintah juga memikirkan solusi jangka panjang dan alternatif tempat yang layak bagi para pedagang. > “Tidak mungkin pemerintah mematikan ekonomi masyarakat. Kita tertibkan, tapi juga harus beri solusi. Ini soal keberlangsungan hidup para pedagang,” ujar Lekransy. Ia menambahkan, Pasar Batu Merah telah eksis sejak lama dan berkembang secara alami bersama dinamika kawasan Batu Merah. Oleh karena itu, upaya penataan tidak bisa dilakukan secara instan atau represif, melainkan secara bertahap dan terukur. Saat ini, Pemkot Ambon mengambil langkah penataan, bukan penertiban dalam arti sempit. Pedagang dilarang menempati badan jalan, namun sementara waktu diberi ruang di trotoar hingga pembangunan pasar dan solusi permanen disiapkan. Lekransy juga meluruskan pernyataan yang sempat beredar di media sosial dan beberapa media lokal, terkait tudingan bahwa Wali Kota Ambon kurang berani dalam menangani persoalan Pasar Batu Merah. > “Ini bukan soal nyali. Pemerintah punya strategi. Penanganan pasar ini mempertimbangkan aspek sosial untuk menghindari konflik, aspek ekonomi agar ekonomi tetap tumbuh, dan aspek keadilan agar semua warga merasa diperlakukan setara,” katanya. Ia menegaskan bahwa Pemkot terbuka terhadap kritik dan masukan, namun mengimbau agar penyampaian di ruang publik tetap menjaga nilai-nilai budaya ketimuran dan mengedukasi masyarakat secara positif. Sebagai penutup, Lekransy berharap seluruh pihak, termasuk DPRD, bisa bekerja sama dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Ambon. > “Kami berharap penataan pasar ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan menuju kota yang lebih tertib, adil, dan sejahtera,” tutupnya. --- Jika Anda menginginkan versi cetak, infografis, atau teks untuk media sosial juga, saya bisa bantu menyusunnya.

“Rapat kita skor 1 minggu etelah itu baru lanjut,”ungkap Watubun kepada wartawan usai memimpin rapat.

Politisi PDI Perjuangan itu bahkan tidak mau menjabarkan penyebab di skorsingnya rapat dihadiri Penjabat Walikota berseta APMA itu.

“Kesimpulan belum bisa di publikasikan, nanti kemudian bisa digeser dengan opini berbeda. Prinsipnya di skorsing sampai minggu depan,”ungkapnya.

Di skorsingnya rapat juga disampaikan Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

“Rapat di skorsing sampai minggu depan sesuai keputusan pimpinan DPRD,” ucapnya.

Wattimena mengakui, rapat yang diselenggarakan Komisi III DPRD Maluku merupakan harapan besar dari Pemkot Ambon, sehingga tidak terjadi benturan antara Pemkot dengan Pemerintah Provinsi.

“Rapat ini yang pemkot harapkan, karena saya tidak mau ada benturan antara pemkot dan provinsi. Karena pemerintah tidak pernah bisa berbenturan karena aturan mengatur semua tentang kewenangan,” Tuturnya.

Walaupun demikian, pihaknya masih menunggu keputusan rapat dari Pemerintah Provinsi terkait kewenangan di Terminal Mardika.

“Kalau itu sudah jelas maka masalah di pasar bisa kita selesaikan,”pungkasnya. (AT-009)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini