Hampir 2 Bulan Terputus dari Jaringan, Warga Batu Karang dan Nafruat Desak Pemda Bertindak

NAMROLE, Ambontoday.com — Hampir dua bulan masyarakat Desa Batu Karang dan Desa Nafruat, Kecamatan Fena Fafan, Kabupaten Buru Selatan, harus menghadapi kondisi tanpa akses jaringan telekomunikasi yang memadai.

Gangguan jaringan yang berlangsung cukup lama tersebut mulai dikeluhkan masyarakat karena telah menghambat berbagai aktivitas, terutama komunikasi dengan keluarga di luar daerah, akses informasi, hingga kebutuhan pendidikan.

Kepada media ini di Namrole, Minggu (9/8/2026), masyarakat mengungkapkan bahwa hilangnya jaringan telekomunikasi telah berlangsung hampir dua bulan. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang diterima masyarakat mengenai penyebab gangguan maupun kepastian kapan jaringan tersebut kembali normal.

Bagi masyarakat di wilayah tersebut, jaringan telekomunikasi bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Di tengah perkembangan teknologi, akses komunikasi dan internet telah menjadi kebutuhan mendasar yang menunjang kehidupan sehari-hari.

“Sudah hampir dua bulan jaringan hilang. Kami sangat kesulitan berkomunikasi dengan keluarga, terutama keluarga yang berada di luar daerah dan sedang mengikuti pendidikan,” keluh warga.

Masyarakat menilai, gangguan jaringan dalam waktu yang begitu lama memberikan dampak yang cukup besar.

Komunikasi dengan keluarga yang berada di luar wilayah menjadi sulit. Begitu pula akses terhadap informasi, kebutuhan pendidikan, serta berbagai aktivitas yang membutuhkan koneksi internet.

Kondisi tersebut semakin dirasakan karena wilayah Kecamatan Fena Fafan memiliki karakter geografis yang tidak mudah dijangkau. Ketika jaringan telekomunikasi yang menjadi salah satu sarana utama komunikasi mengalami gangguan, masyarakat praktis kehilangan akses cepat untuk berhubungan dengan dunia luar.

Warga pun mempertanyakan perhatian terhadap kondisi tersebut, mengingat persoalan jaringan telah berlangsung bukan dalam hitungan hari, melainkan hampir dua bulan.

Masyarakat Desa Batu Karang dan Desa Nafruat mendesak pimpinan pengelola BTS serta layanan internet BAKTI Kominfo wilayah Maluku untuk segera melakukan pemeriksaan dan memperbaiki kerusakan jaringan.

Baca Juga  Safitri Malik Himbau ASN Bursel Berseragam Yang Baik Agar Terlihat Cantik

Masyarakat berharap persoalan teknis yang menyebabkan hilangnya jaringan dapat segera diketahui dan ditangani, sehingga layanan komunikasi kembali normal.

“Kami meminta pihak yang bertanggung jawab segera memperbaiki kerusakan jaringan. Kami ingin kembali mendapatkan akses telekomunikasi dengan baik,” ujar warga.

Masyarakat juga berharap adanya informasi terbuka mengenai kondisi jaringan tersebut, sehingga warga tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Tidak hanya kepada pengelola jaringan, masyarakat juga meminta Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), segera melihat langsung persoalan tersebut.

Warga berharap Diskominfo tidak sekadar menerima keluhan, tetapi mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi bersama pihak pengelola BTS dan layanan internet BAKTI untuk memastikan gangguan segera ditangani.

Menurut masyarakat, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses informasi dan komunikasi dapat terpenuhi, termasuk bagi warga yang tinggal di wilayah pedalaman.

“Persoalan ini sudah sangat lama. Kami berharap pemerintah daerah, khususnya Diskominfo, segera melihat kondisi yang kami alami dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” harap warga.

Masyarakat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Mereka berharap jangan sampai keterbatasan geografis membuat masyarakat di wilayah pedalaman harus kembali mengalami keterisolasian komunikasi.

Karena itu, warga Desa Batu Karang dan Desa Nafruat meminta pemerintah daerah bersama pengelola jaringan segera mencari solusi dan memastikan jaringan telekomunikasi dapat kembali berfungsi.

Hampir dua bulan tanpa jaringan dinilai sudah terlalu lama. Kini masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji perbaikan.

[Nar’Mar]
.

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini