BUPATI BURSEL Optimistis Program Hilirisasi Ubi Kayu Dongkrak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

NAMROLE, Ambontoday.com – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Hilirisasi Ubi Kayu yang diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sektor pertanian berbasis industri yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka lapangan kerja.

Bupati Buru Selatan, La Hamidi, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah menyelesaikan tahapan penetapan lahan yang akan digunakan sebagai kawasan inti pengembangan ubi kayu. Salah satu lokasi yang telah ditinjau berada di kawasan Kecamatan Fena Fafan.

Menurutnya, keberadaan lahan inti menjadi syarat penting agar investasi dapat berjalan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Lahan yang kami tinjau di Fena Fafan dipersiapkan sebagai lahan inti. Program ini merupakan kerja sama pemerintah daerah dengan pemerintah pusat melalui BUMN dan BUMD. Karena itu, lahan harus dipastikan siap agar investasi bisa berjalan untuk jangka panjang,” kata La Hamidi saat diwawancarai usai peringatan HUT ke-18 Kabupaten Buru Selatan, Selasa (21/7/2026).

Selain lahan inti, pemerintah juga menyiapkan lahan plasma yang berasal dari lahan milik masyarakat. Pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) telah dilakukan oleh penyuluh pertanian di enam kecamatan di Kabupaten Buru Selatan sebagai dasar pengembangan kawasan budidaya.

La Hamidi optimistis petani Buru Selatan memiliki kemampuan untuk mendukung program tersebut karena budidaya ubi kayu sudah dikenal luas oleh masyarakat.

“Saya rasa petani kita siap. Menanam ubi kayu bukan hal baru bagi masyarakat Buru Selatan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama memanfaatkan peluang ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, keberhasilan program hilirisasi sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh petani agar menyambut program tersebut dengan semangat dan tidak hanya menjadi penonton.

Baca Juga  Kapolres BurseL Pimpin Upacara Sertijab Kabag Ops dan Kabag Log: Momentum Pengabdian dan Penghormatan

“Apapun program pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu masyarakat harus lebih produktif dan proaktif agar manfaat ekonomi dari program ini benar-benar dirasakan,” tegasnya.

La Hamidi menambahkan, program hilirisasi ubi kayu diyakini mampu memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja baru, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Potensi Strategis Hilirisasi Ubi Kayu

Secara nasional, hilirisasi ubi kayu menjadi salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi. Konsep hilirisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di tingkat petani, tetapi juga membangun industri pengolahan sehingga hasil panen memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Ubi kayu dapat diolah menjadi berbagai produk industri seperti tepung tapioka, tepung mocaf (Modified Cassava Flour), pakan ternak, bioetanol, hingga berbagai produk pangan olahan.

Pengembangan industri tersebut berpotensi meningkatkan harga jual hasil panen petani sekaligus menciptakan rantai ekonomi baru di daerah.

Pemerintah pusat juga tengah mendorong pengembangan hilirisasi ubi kayu melalui kolaborasi dengan BUMN sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan dan energi nasional, termasuk pengembangan industri bioetanol berbahan baku ubi kayu.

Bagi Kabupaten Buru Selatan yang memiliki potensi lahan pertanian cukup luas, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi pintu masuk investasi baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

[ Nar’Mar ]
.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkini