Tim Gabungan Kembali Lakukan Pencarian Korban Kecelakaan Laut Pada Arah Laut Timur Yamdena
Minggu, (17/03/2024). KM. Seven King yang di tumpangi oleh Tim SAR gabungan itu, setelah mempersiapkan seluruh kelengkapan hingga selesai dan dipastikan aman, kemudian bertolak dari Dermaga Lanal Saumlaki pada Pukul 08:33 WIT. Menggunakan 2 Engine yaitu 1 engine induk dan 1 engine pembantu kecepatan minimal 11 Knot, Bahan bakar yang dipakai Dexlite 5,4 Kl, air Tawar 5 Kl dan Ransum Rp10 juta. Ketua Tim SAR yang dipimpin Langsung oleh Kapten Domikus R. Yuwono, KLS Dionisius membawa personel yang ikut dalam kegiatan pencarian pada titik lokasi yaitu, Dinas Perhubungan Moses, Serin. Sos., Nando Duarmas, SK., Basarnas Tanimbar Riki Idrus, Rendi Henaulu, Puskesmas Saumlaki Y.
Ebit Massela, Angkatan udara Lanud IG Dewanto Saumlaki, Sertu Oges Handika, Prada Anton. Kapten Domikus R. Yuwono mengatakan, Rencana Pagi ini kita akan melakukan pencarian SAR ke titik terakhir saat korban mengirim posisi, setelah sampai di sana kita akan bergerak sesuai arah angin dan arus menuju ke sekitar 5 - 10 mil, untuk pencarian korban yang hanyut. “Rencana pencarian dengan KM. Seven King ini kita lakukan selama 2 kali 24 jam kita juga melihat situasi cuaca kalaupun memungkinkan, maka kita akan bermalam kemudian paginya kita akan melakukan pencarian lagi”ungkap Yuwono. “Kami mohon doa dan dukungan, dari masyarakat serta pihak keluarga agar turut mendoakan kami Tim gabungan SAR, dalam kegiatan pencarian korban laka laut bagi tujuh orang Saudara kita yang hanyut di Laut Yamdena, semoga secepatnya kita temukan” pungkasnya. Sementara itu Nahkoda KM. Seven Poly Moriolkossu King menjelaskan, Kapal yang dipakai untuk pencarian tujuh orang korban yang mengalami laka laut di Perairan Yamdena ini Kami membawa 8 orang ABK (Anak Buah Kapal. “Jarak dan kecepatan yang ditempuh hingga tiba di titik Koordinat. Waktu perjalanan hingga tiba di lokasi titik koordinat itu 3 Jam kalau dengan 2 engine. Kecepatan engine induk dan engine pembantu minimal 11 Knot, bahan bakar (Dexlite) yang kita 5,4 Kl ton, kemudian air bersih 5 Kl sementara untuk Ransum Rp10 juta”terangnya. Moriolkossu menambahkan, Navigasi yang ada di KM. Seven King cukup lengkap untuk membantu melakukan pencarian korban yakni; Dua buah Engine (Motor Induk 8 Silinder dan motor pembantu 6 Silinder), Barometer, Echo Sounder, GPS dan Radio. Setelah kami sampai ke titik koordinat kemudian kami berlabuh dan mengecek arah angin dan arus setelah itu barulah kami lakukan pencarian. Para pengusaha yang terlibat dalam membantu Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar dalam melakukan Koordinasi, menyediakan Kapal laut dan anggaran Ransum yaitu, Agus Thiodorus, Andreas Werembinan, Gaspers Thiodorus, Tomi Masrikat (Kepala BPDM) dan Boby Seto (Pemilik Kapal Seven King). (AT/BK)
👋 Anda harus masuk (login) terlebih dahulu untuk ikut berdiskusi.
💬 0 Komentar
📭 Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Dinas Pendidikan Kepulauan Tanimbar dan Yayasan Pendidikan Keuskupan Amboina Koorwi Saumlaki Diminta Tegas
2 days ago
Resa, Tidak Pernah Ada Tawaran Hiba Gedung Ke Mahasiswa
3 days ago
Ego Saat Madiasi Berunjung Eksekusi, Abaikan Hubungan Prsaudaraan
3 days ago
Sengketa lahan Di Lauran Berujung Eksekusi
4 days agoRekomendasi Untuk Anda
Sinergi Gereja dan Pemerintah: Persidangan Ke-44 Jemaat GPM Silo Fokus pada Kemandirian Umat dan Etika Sosial
Turnamen Kehidupan Cup 2026 Resmi Dibuka, Satukan Olahraga dan Aksi Sosial di Ambon
Hubungkan Startup dengan Pegiat Ekosistem Digital, Telkomsel Gelar T-Connext
Januari 2023, Transportasi Udara Alami Penurunan